Collaborative Relationship: Konsumen adalah karyawan Anda

,
Pada era sekarang ini, konsumen tidak lagi hanya menjadi sekadar pion catur yang dengan seenaknya dapat dimainkan atau dikendalikan oleh perusahaan. Kedudukan para konsumen menjadi lebih setara dan bahkan, lebih tinggi ketimbang perusahaan itu sendiri. Mau tidak mau, senang tidak senang, perusahaan mesti dapat melibatkan konsumennya dalam aspek pengambilan keputusan bisnis, baik itu pelibatan secara pasif maupun aktif. Hal inilah yang kemudian oleh Phillip Kotler disebut sebagai collaborative relationship yang terbangun dari hasil hubungan mutualisme antara konsumen dengan perusahaan. Lalu, apakah sebenarnya collaborative relationship yang disebut oleh Kotler tersebut?! tulisan ini akan mencoba mengulasnya sedikit.

Hubungan antara produsen dengan konsumen dalam konteks dunia pemasaran memang tengah memasuki fase baru setelah fase sebelumnya yang dikenal dengan sebutan relationship marketing. Fase baru inilah yang kemudian disebut dengan collaborative marketing, yang berarti bahwa adanya kerjasama atau hubungan timbal balik antara konsumen dengan perusahaan. Pada fase ini, perusahaan semakin dituntut untuk dapat membangun hubungan yang lebih horizontal dengan para konsumennya. Mereka mesti dapat menyadari bahwasanya konsumen merupakan “karyawan eksternal” perusahaan yang juga memiliki andil dalam menghasilkan profit bagi perusahaan.

Meski begitu, tampaknya hingga kini belum semua perusahaan mau dan mampu untuk meningkatkan hubungan dengan para konsumennya ke tahap yang lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu relationship marketing. Entah apa yang menjadi faktor penyebab para perusahaan tersebut enggan atau tak mampu untuk membina hubungan yang lebih tinggi lagi dengan para konsumennya. Akan tetapi perlu disadari bahwa apabila hal ini terus dibiarkan berlarut-larut terjadi maka yang akan mengalami kerugian adalah pihak produsen sendiri. Mereka akan kehilangan salah satu aspek keunggulan bersaingnya yang dapat berdampak pada runtuhnya bangunan bisnis perusahaan tersebut.

Walau masih menjadi wacana yang tergolong baru dalam dunia pemasaran kontemporer, collaborative marketing telah menjadi fenomena tersendiri bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, terlebih lagi bagi para marketer. Selama ini, sudut pandang marketer kebanyakan terbatas pada bagaimana caranya menjaga hubungan baik dengan para konsumennya, sehingga kalau diibaratkan adalah bahwa konsumen hanya sebagai “domba-domba” dengan perusahaan sebagai gembalanya. Gembala mesti dapat menjaga dan merawat para domba tersebut dengan baik dan telaten sehingga nantinya domba-domba tersebut akan memberikan keuntungan bagi sang gembala. Sudut pandang seperti ini tidaklah salah, namun perlu diingat bahwa konsumen merupakan makhluk sosial yang membutuhkan interaksi, termasuk dengan perusahaan sehingga perlu juga dibangun emosional dengan para konsumen.

Salah satu contoh implementasi collaborative relationship/marketing dalam perusahaan dapat kita lihat pada perusahaan Procter and Gamble (P&G) yang baru-baru ini menciptakan program “P&G Advisor”melalui internet. Program P&G Advisor ini memungkinkan P&G untuk dapat berinteraksi dengan para konsumennya terkait dengan pengembangan produk-produk mereka ke depannya. Para konsumen diberikan kesempatan untuk mencoba produk baru yang dikembangkannya untuk kemudian diberikan feedback kepada pihak P&G sehingga mereka mampu untuk merancang ulang perencanaan produk dan pemasarannya apabila ternyata terdapat kekurangan. Sungguh tak diduga ternyata program ini mampu mendapatkan atensi yang cukup tinggi dari khalayak dan P&G mampu untuk meraup tingkat profitabilitas yang lebih tinggi ketimbang sebelum menggunakan program ini.

P&G hanyalah satu dari sekian banyak perusahaan kontemporer yang telah merasakan manisnya implementasi collaborative marketing dalam strategi perusahaannya. Inilah yang kemudian membuat saya bertanya-bertanya, mengapa masih banyak perusahaan yang kemudian enggan untuk mengimplementasikan collaborative marketing dalam strategi pemasarannya?!, saya rasa hanya perusahaan-perusahaan tersebut yang mampu untuk menjawabnya.

sumber gambar: Export-Lead

0 komentar to “Collaborative Relationship: Konsumen adalah karyawan Anda”

Posting Komentar

 

Marketing Kami Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger